Slider

Iwan's Tube

Analisis

Seputar Islam

Techno

My Story

Jappa - Jappa + Kuliner

Hasil Jepretan

Hidup adalah sebuah misteri

Hidup itu adalah sebuah misteri. Kalimat ini selalu mendengung di telinga para pencari jati diri. Tidak terkecuali penulis. Banyak hal yang tak terduga dalam kehidupan ini. Contohnya beberapa waktu lalu. Penulis tidak pernah menyangka mengurungkan niat bekerja di lembaga penerintahan. Penulis resign dari pekerjaan yang terbilang cukup baik. Bukan karena tidak mensyukuri. Apalagi mencari pekerjaan di zaman sekarang itu sangat sulit. Tapi niat mengundurkan diri dari pekerjaan tersebut sudah muncul sejak lama. Penulis berkeinginan untuk mencoba peruntungan di dunia usaha. Terlebih lagi karena penulis seorang muslim. Jadi penulis ingin mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW yang sukses sebagai enterpreneur sejati.

Saat hendak merintis usaha. Ujian pun muncul dari Yang Maha Kuasa. Sesuatu yang sama sekali tak terduga terjadi. Penulis mengalami kecelakaan. Jatuh dari atap sewaktu hendak memperbaiki atap yang bocor. Parahnya lagi, posisi jatuhnya mengarah ke pintu pagar besi sehingga lengan tertancap tombak pagar sedalam 3 cm. Ada sesuatu yang aneh setelah kejadian itu. Tangan kanan penulis tidak bisa digerakkan. Kata dokter ada saraf yang kemungkinan terputus sehingga tangan tidak bisa bergerak sebagaimana mestinya. Frustrasi, stress dan marah terhadap keadaan dialami oleh penulis beberapa hari kedepannya. Sampai artikel ini diposting tangan penulis masih belum bisa digerakkan.

Hidup itu sangat berarti. Kehidupan di dunia inilah yang akan menentukan seperti apa kita di akhirat nanti. Penulis sadar bahwa ia harus bangkit dari keterpurukan yang dialaminya. Hidup bukan sekedar memikirkan tangan kanan yang lumpuh. Banyak mimpi-mimpi yang harus diwujudkan. Meskipun tangan kanan tak berfungsi sebagaimana mestinya, ia tahu bahwa ia seorang laki-laki dan laki-laki punya tanggung jawab yang besar. Penulis sadar bahwa ia masih punya dua kaki untuk berlari. Masih punya tangan kiri untuk menjalankan aktivitas sebagaimana mestinya. Dan yang paling penting penulis masih punya harapan untuk kesembuhannya. Penulis yakin bahwa ketika Allah SWT sudah  berkehendak maka hal ssesulit apapun bahkan sesuatu yang menurut kita mustahil akan terwujud dengan kebesaran yang dimiliki-Nya.

Semangat dan harapan menjadi pemicu penulis untuk mewujudkan cita-citanya. Dibantu sahabat-sahabat akhirnya penulis mampu mendirikan usaha sendiri. Mencoba peruntungan di bisnis clothing akhirnya penulis dan beberapa teman bisnis mendirikan ewako clothing. Penulis sadar bahwa keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk menjadi enterpreneur sejati. Selagi semangat dan harapan masih ada maka mimpi anda bisa diwujudkan.

Mama'... Bapak... Lulusmaaa'...

Salah satu momen yang harus saya abadikan dalam sebuah tulisan adalah ketika saya telah memperoleh gelar sarjana. Bagaimana tidak ? Hal ini merupakan momen yang sangat bersejarah buat saya.  Perjuangan yang telah saya lalui selama 4 tahun menempuh study merupakan perjuangan yang panjang. Apa lagi banyak tantangan-tantangan  yang membuat perjuangan ini semakin berarti. Sebenarnya waktu itu saya sendiri ragu bisa menyelesaikan study tersebut. Melihat berbagai macam kesibukan dan hambatan yang mendera sehingga muncul sikap skeptis dalam diri. Tapi saya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikannya. Saya sadar betul bahwa ini bukan perjuangan saya semata. Tetapi dalam perjuangan penyelesaian study ini juga ikut berjuang keluarga, kerabat, sahabat serta orang-orang yang mendukung saya.  Terkhusus kepada ibu saya yang tak henti-hentinya memberikan motivasi dan bantuan baik itu secara moril maupun materi.  


Alhamdulillah, setelah kurang lebih 4 tahun berjuang akhirnya penulis mampu meraih gelar sarjana di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.  Salah satu perguruan tinggi negeri favorit di Makassar.  Saya berhasil meraih gelar sarjana sosial setelah menyelesaikan seluruh kredit kuliah di jurusan Kesejahteraan Sosial Fakultas Dakwah dan komunikasi. Banyak yang tidak menyangka saya bisa selesai dengan tepat waktu dan mendapatkan IPK 3,57. Nilai yang terbilang cukup tinggi dari total IPK keseluruhan 4,00.  Keluarga dan orang-orang terdekat ragu karena sewaktu kuliah saya sama sekali tidak memperlihatkan semangat belajar sebagaimana yang diperlihatkan mahasiswa lainnya pada umumnya. Saya jarang membeli buku dan kerjaan saya hanya sibuk mengurusi band. Saya waktu itu tergabung dalam sebuah band yang bergenre metal. Aktivitas ini ternyata banyak menyita perhatian saya. Bahkan melebihi aktivitas perkuliahan saya. Tak jarang saya tidak masuk kampus karena latihan band atau karena malamnya habis perform. Tetapi semua keraguan tersebut dapat saya tepis dengan memperlihat hasil kelulusan yang cukup memuaskan.


Ada sebuah statemen yang saya keluarkan ketika masih duduk di bangku kuliah s1 dlu. Waktu itu saya berjanji dalam diri saya bahwa saya tidak ingin lagi menempuh pendidikan di bangku kuliah. saya merasakan jenuh bercampur dengan perasaan tidak enak lainnya yang membuat saya tidak semangat kuliah. Tetapi setelah saya selesai ternyata saya menjadi orang yang menjilat ludah sendir. Saya melanjutkan study pascasarjana di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar. Saya baru menyadari bahwa pendidikan adalah sebuah hal yang wajib bagi setiap orang untuk menjadi lebih baik.  Bahkan utnuk meningkatkan taraf hidup seseorang, yang menjadi factor penentunya adalah pendidikan. Sejak semangat itu merasuk kedalam diri akhirnya saya putuskan untuk tidak berhenti sampai jenjang s1 saja. Saya tidak akan berhenti menempuh pendidikan sampai saya mneraih gelar Professor. Saya akan membuat bangga orantg tua, keluarga, kerabat, sahabat dan orang yang menaruh ahrapan di pundak saya.  Perjuangan belum berakhir……..