Slider

Iwan's Tube

Analisis

Seputar Islam

Techno

My Story

Jappa - Jappa + Kuliner

Hasil Jepretan

» » Trip to Ramma Bersama KPA (Komunitas Pecinta Alam) GOWA SQUAD


Pada postingan jappa-jappa kali ini penulis akan share pengalaman yang menarik dari KPA (komunitas Pecinta Alam ) Gowa.  Berawal dari hobby mendaki beberapa teman akhirnya hal tersebut tertular kepada yang lainnya. Bak virus yang menyebar, hobby mendaki ini langsung menjangkiti teman-teman yang lain. Setelah melakukan beberapa kali perbincangan di group BBM dan ketemu langsung di basecamp (Rumahnya adhy..hehehe) akhirnya kami sepakat untuk melakukan pendakian bersama. Beberapa dari kami menyetujui pendakian pertama yang akan dilakukan pada 30 mei s/d 1 juni 2014. Rutenya Ke lembah Ramma. Dari Informasi yang ada ternyata Lembah Ramma masuk kawasan pegunungan  Bawakaraeng. Sebenarnya ada yang mengusulkan untuk melakukan pendakian ke puncak Gunung Bawakaraeng. Namun mengingat semuanya punya kesibukan yang tak boleh ditinggalkan maka diputuskan untuk mengambil rute yang bisa dijangkau dalam beberapa hari saja. Ada yang bilang pendakian yang akan kami lakukan ini adalah pendakian yang memakan waktu sebulan. Padahal cuma beberapa hari saja. Tapi kalau dipikir-pikir ada benarnya juga sih, karena pendakian dilakukan pada akhir Mei dan selesai pada awal Juni lebih tepatnya tanggal 1 Juni 2014.  Ada hal menarik lainnya dalam pendakian ini. Kami juga sepakat untuk membentuk sebuah komunitas pecinta alam. Tujuannya biar hobby kami yang baru ini bisa terorganisir dengan baik. Akhirnya kami memutuskan untuk memakai nama KPA Gowa. Tidak tanggung-tanggung, kami langsung melabeli KPA (Komunitas Pecinta Alam ) yang kami bentuk dalam skop kabupaten. Pertimbangannya karena kami semua orang gowa dan yang paling penting belum ada yang pakai nama tersebut. Foto yang di atas merupakan desain awal dari Logo KPA ini (yang desain penulis sendiri lohhh ^_^ ).   

@Talung

























Awalnya kami berencana berangkat pukul 20.00 Wita. Namun ternyata setiap hal yang direncakan selalu saja ada hambatan sehingga diperlukan plan B untuk mengantisipasinya. Perlengkapan belum lengkap dan masih banyak teman yang belum datang sehingga kami masih harus menunggu. Pukul 23.00 Wita akhirnya semua anggota sudah terkumpul dan  semua perlengkapan juga sudah ada. Carrier yang berisi makanan dan perlengkapan camp juga sudah dicheck. Ketika semua sudah dipastikan maka kami memutuskan untuk berangkat ke Malino. Sebelum masing-masing naik ke kendarannya kami terlebih dahulu membuat lingkaran. Dipimpin oleh penulis, semua anggota KPA Gowa mendengarkan dengan hikmat penjelasan yang disampaikan. Setelah itu doapun dipanjatkan untuk keselamatan semua anggota. Setlah selesai berdoa semua anggota langsung menaiki kendaraannya masing. Waktu itu ada 6 motor yang dipakai dan masing-masing motor ada 2 orang anggota. Jadi jumlah kami waktu itu ada 12 orang. Melihat jumlah anggota yang lumayan banyak membuat pendakian ini semakin seru. Penulis sendiri waktu itu dibonceng oleh Iswar, salah seorang anggota KPA Gowa yang sangat bersemangat dengan pendakian ini. Mungkin ini disebabkan karena ini adalah pendakian pertamanya. Saudara Iswarlah yang juga mempersiapkan perlengkapan camp sampai bela2in ke daya untuk mengambil perlengkapan yang lainnya.  Sekitar 3 jam lebih kami memacu kendaraan, akhirnya kami tiba di Desa lembanna. Di desa inilah kami memarkirkan motor di salah satu rumah warga. Desa inilah yang paling terdekat dengan rute pendakian lembah Ramma. Sebelum melakukan pendakian kami beristirahat sejenak sambil menyantap makanan yang kami beli dalam perjalan tadi.  Setelah selesai kami pun bersiap-siap melakukan pendakian. Mengecek kembali perlengkapan dan mempersiapkan masing-masing carrier yang akan kami bawa.  Kami kembali membentuk lingkaran dan  melakukan briefing yang dilanjutkan dengan doa bersama. Alat penerang berupa senter dan headlight pun kami nyalakan. Suasana yang dingin mencekam serta gelapnya keadaan sekitar memberikan sensasi tersendiri ketika melakukan pendakian malam.

Biarpun capek tapi tetap narsis... ^_^

Berapa jam pendakian kami lalui dan sungai-demi sungai sebagai tanda seberapa jauh kami mendaki sudah kami lewati. Tibalah akhirnya kami di sungai yang keempat. Inilah sungai terakhir untuk mengisi perbekalan air sebelum mencapai puncak talung. Di sini kami agak sedikit lebih lama karena bertepatan dengan waktu subuh. Kamipun menyempatkan diri untuk melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim yaitu Sholat subuh. Sungguh perasaan yang sangat menakjubkan dirasakan oleh semua anggota KPA Gowa waktu itu. Menjalankan kewajiban sebagai muslim di tengah-tengah ciptaan Allah yang begitu indah. Salah seorang anggota KPA waktu itu berkomentar " enakna perasaan sudah sholat ditempat seperti ini ". Penulispun bisa merasakan betapa luar biasanya perasaan kami waktu itu. Letih yang kami rasakan sebelumnya seolah hilang tersapu oleh wudhu dan gerakan sholat kami. Setelah semuanya selesai sholat, kamipun kembali melanjutkan pendakian. Tidak perlu waktu lama, akhirnya kamipun mencapai puncak Talung. Tepat pukul 06.00 Wita 31 Mei 2014 kami menginjakkan kaki di puncak. Sungguh perasaan takjub melihat betapa indahnya ciptaan yang  Maha Kuasa dari atas sana. Beberapa teman berteriak meluapkan kebahagiaannya karena telah berhasil mencapai puncak setelah melakukan pendakian selama 4 jam lamanya. Ada yang langsung mengeluarkan gadget untuk mengabadikan momen bersejarah ini. Beberapa dari kami termasuk penulis memang sudah pernah mencapai puncak talung. Tetapi momen kali ini tetap membahagiakan bahkan bisa dibilang lebih dari itu karena kami lebih banyak dari pendakian sebelumnya. Suasana di talung waktu itu menjadi riuh dikarenakan jumlah kami yang cukup banyak.
KPA Gowa Squad



















Semuanya Lagi mikir.. "cara turun ke Lembah Ramma gmna yah ??? "

Air terjun Lembanna
 (Masih banyak pendaki yang belum tau rute ke air terjun ini )




















«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Leave a Reply